Dalam rangka hari kebangkitan Nasional 20 Mei 2010, Majelis Tabligh Muhammadiyah Wilyah Sulsel bekerja sama dengan Fajar melakukan dialog dengan Tema : " Radikalisasi mengatasnamakan Agama, Dialog publik kali ini mencoba menyatukan presepsi bahwa " tidak ada agama sesungguhnya yang mengajarkan radikal, apalagi Agama Islam , tidak ada ajaran yang membolehkan kita melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain, baik kepada orang yang tidak seagama dengan kita, lebih-lebih terhadap saudara sendiri, paling tidak inilah yang terungkap dari para pembicara yang tampil di diskusi ini. Dalam diskusi ini hadir dari PWM sulsel, tokoh-tokoh ormas baik dari kalangan Islam maupun non Islam, organisasi kepemudaan, sedangkan pembicara antara lain adalah tokoh dari MUI sulawesi selatan, kapolda sulawesi selatan dan barat serta direktur deradikalisasi BNPT RI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar