Salam

SELAMAT DATANG DI BLOG MAJELIS TABLIGH PWM SULSEL

Sabtu, 25 Januari 2014

Kegiatan I Dialog idiolog, politik dan organisai Muhammadiyah abad ke-2

Topik : 1.      Bulan Januari 2014:

Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Dialog Politik Jelang Pemilu 2014”
Narasumber:  Dr. Firdaus dan Dr. Azwar Anas
Kegiatan ini dilaksanakan di Pusdam , tanggal 26/1/2014, dihadiri oleh Muballigh dan Mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammadiyah, Unhas, 45 dll.
Peserta dialog

Peserta Dialog

Peserta Dialog

Pemateri dan Moderator

Peserta

Peserta

Peserta

Peserta

Pemateri dan moderator

Peserta

Peserta

Peserta 
Peserta dialog

DIALOG DAKWAH WILAYAH (DIADAWIL
Majelis Tabligh PW.Muhammadiyah Sulsel

I.        Rasional
DR.Haedar Nashir dalam bukunya, Muhammadiyah Abad Kedua mengemukakan bahwa Perjalanan satu abad bagi Muhammadiyah bukanlah perkara mudah. Dinamika sejarah yang dilaluinya sarat suka dan duka. Sejumlah titik sejarah yang kritis pernah dilaluinya. Sebutlah ketika memulai risalah dakwah dan tajdidnya pada masa awalnya, perintisan oleh kyai Haji Ahmad Dahlan dan kawan-kawan yang sarat tantangan dari kaum tradisional. Ketika menghadapi kebijakan pemerintah kolonial Belanda soal perzinan dan OrdonansiGuru. Ketika gesekan dengan Syarikat Islam, bahkan ada tuntutan agar Muhammadiyah menjadi Partai Politik.   
Dalam peralihan Indonesia di era kemerdekaan, Muhammadiyah juga ikut menentukan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Muhammadiyah dalam tempoh cukup lama (1945-1959) ikut terlibat dalam Masyumi (Mejelis Syuro Muslim Indonesia) yang cukup melelahkan. Muhammadiyah mengalami dinamika yang tidak sederhana dalam hubungannya dengan pemerintahan Soekarno, yang berakhir dengan tumpangnya rezim Orde Lama tahun 1965. Setelah itu pada masa awal Orde Baru Muhammadiyah juga mengalami suka dan duka ketika harus mendukung kelahiran kembali masyumi dan pendirian parmusi, menghadapi kebijakan politik Orde Baru, dan menyikapi kebijakan asas tunggal tahun 1985, hingga berada dala fase akhir pemerintahan Seoharto tahun 1998 yang menandai lahirnya era baru reformasi. Suasana dinamis dilalui Muhammadiyah itu sungguh sarat pertaruhan, yang tidak jarang menimbulkan pro dan kontra ditubuh Muhammadiyah sendiri (Haedar Nashir, 2011, 53)
Pemilu 214 adalah momentum memasuki era baru Bangsa Indonesia dan momentum Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 merupakan era baru Muhammadiyah, mengingat Muhammadiyah pun  akan menempuh jalan panjang di abad ke-2, tentu  memalui dinamika dan lika-liku perjuangan. Tantangan di abad ke-2 Muhammadiyah adalah posisi politik Muhammadiyah dalam menentukan langkah mengarahkan bangsa, menentukan nasib perahu bangsa Indonesia. Di sinilah diperlukan gerakan untuk penguatan Ideologi, Politik dan Organisasi  suntuk  penguatan mutu & tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan mutu tata kelola pengkaderan Organisasi Otonom Muhammadiyah (ORTOM) sebagai basis Dakwah Muhammadiyah
II.   Nama & Tema Kegiatanan
Nama kegiatan ini adalah Dialog Dakwah Wilayah (Diadawil), sedangkan tema yang diangkat adalah Revitalisasi Ideologi, Politik dan Organisasi  Abad ke-2 Muhammadiyah”. Tema ini akan dibahas dalam berbagai topik  setiap bulan selama tahun 2014, yakni seputar Ideologi, Politik dan Organisasi (Ideopolitor) 
III. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1.       Meluaskan ilmu bagi warga Muhammadiyah
2.       Upaya Penguatan Ideologi, Politik & Tata Kelola Organisasi
3.       Upaya Pencerahan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah
4.       Upaya Penguatan Prinsip & Visi Organisasi Otonom Muhammadiyah
5.      Upaya Penguatan Mutu & Tata Kelola Dikdasmen & Ponpes Muhammadiyah

IV. Topik & Narasumber:
1.      Bulan Januari 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Dialog Politik Jelang Pemilu 2014”
Narasumber: Akademisi & Praktisi Politik Warga Muhammadiyah
2.      Bulan Februari 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Menalaah Khittah Perjuangan Muhammadiyah Jelang Pemilu 2014”
Narasumber: Ideolog Muhammadiyah
3.      Bulan Maret 2024:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah;  Pemilu 2014 Ujian Ketahanan & High Politik Muhammadiyah”
Narasumber: Pengamat Politik & Pemikir Muslim
4.      April 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Pemilu Damai Indonesia Selamat”
Narasumber: Pangdam VII Wirabuana & Kapolda Sulselbar
5.      Mei 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah;  Manajemen Mutu & Tata Kelola Dikdasmen, Ponpes  Muhammadiyah”
Narasumber: Pemerintah & Dikdasmen PP/Wilayah Muhammadiyah.
6.      Juni 2014
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah;  Manajemen Mutu Tata Kelola Rumah Sakit  & Klinik Muhammadiyah”
Narasumber: Pemerintah, Majelis Kesehatan PP/Wilayah Muhammadiyah
7.       Juli 2014:
Pencerahan Ramadhan di Masjid & Mushallah milik maupun binaan Muhammadiyah
Narasumber: Segenap Muballigh Muhammadiyah

8.      Agustus 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Visi Dakwah & Quo Vadis Perjuangan ORTOM Muhammadiyah”
Narasumber: Pimpinan Ortom Pusat & Wilayah
9.      September 2014:
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah;  Manajemen Mutu Tata & Kelola Universitas Muhammadiyah (PTM)”
Narasumber: Kepala BAN PT  & Rektor salah satu Universitas Muhammadiyah
10.  Oktober 2014
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah;  Manajemen Mutu Tata & Kelola  Sekolah Tinggi/Akademik Muhammadiyah
Narasumber: Pemerintah & Pimpinan Sekolah Tinggi/Akademik Muhammadiyah
11.  November 2014
Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Keluarga Sakinah Basis Pengkaderan Utama Menuju Masyarakat Utama”
Narasumber: Pemenrintah & Aisyiyah/PWM Sulsel
12.  Desember 2014
Launching  & Bedah Buku: “Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah”

V. Peserta & Pelaksana
Peserta terdiri dari unsur:
1.         Muballigh Muhammadiyah
2.         Pimpinan Wilayah & Daerah Muhammadiyah
3.         Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah
4.         Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah
5.         Praktisi Politik Warga Muhammadiyah
Pelaksana kegiatan ini adalah Majelis Tabligh PWM Sulsel bekerjasama  Mitra Kerja baik internal maupun eksternal Muhammadiyah

VI. Penutup
           
Demikianlah pernyataan kegiatan ini sebagai informasi & panduan pihak yang terkait.
Nashrun min Allah wa Fathun Qariib
Makassar, 22 Januari 2014
Pimpinan Majelis Tabligh

                       Dahlan Lama Bawa, S.Ag,M.Ag          Ilham Hamid, S.Ag, M.Pd.I  
                                  Ketua                                                   Sekretaris










Rabu, 22 Januari 2014

Seminar Poligami
Poligami adalah salah satu syariat dalam Islam yang pernah dilaksanakan oleh Nabi dan ternyata rumah tangga Nabi Muhammad saw tetap sakina dan mawaddah. Namun ada penomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat bahwa orang yang melaksanakan poligami sering di posisikan pada hal yang negativ bahkan nyaris menjadi musuh bersama kaum wanita. Kalau ini sunnah Nabi seharusnya mendatangkan ketentraman ditengah-tengah keluarga, kalau begitu pasti ada yang salah dalam hal ini.  Untuk itu majelis Tabligh PWM sulsel menggelar seminar dengan tema :  Kontraversi Poligami dan poligami liar dalam masyarakat" dengan maksud ingin mendudukkan poligami dalam Islam sesuai dengan hal yang sebenarnya.

Peserta seminar poligami

Peserta seminar poligami

Peserta seminar

Panitia yang dicerca karena seminar poligami

Prof. Dr, Veny Hadju, memberi materi : Poligami dalam prespektif  biologi dan medis

Testi Moni Pelaku poligami

Pelatihan Pranika

Pelatihan pranika buat para calon pengantin dilaksanakan oleh MajelisTabligh PWM sulsel kerja sama dengan kementerian agama. Pelatihan ini dihadiri oleh angkatan muda se-sulsel dengan jumlah peserta 65 orang. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai 21-23 Nop. 2013 bertempat di Pusdam Tamalanrea, hadir membuka acara kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel dan Ketua PWM sulsel memberi sambutan.
Poto bersama setelah penutupan

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Ir. H. Syaiful saleh, Msi setelah memberi sambutan

Kepala Kantor Kementerian Agama provensi sulsel memberi sambutan

Pengurus Majelis Tablig PWM sulsel Dahlan Lama Bawa, SAg, M,Ag  dan Ir. Nurdin, MM Memberi arahan

Peserta asyik menyimak materi

 Ustadz Sulaeman Gosalam membawakan materi dipandu oleh ust Sofyan

Ketua Wilayah Dr. KH. Alwi Uddin, M.Ag memberi materi dipandu oleh Ir. Nurdin, MM


Jumat, 22 Maret 2013

TOT TAFHIM ALQURAN DAN LOUNCHING 10.000 DAI MUDA



Alquran adalah pedoman hidup bagi ummat Islam, sehingga menjadi wajib buat ummat mempelajari Alquran.  Mempelajari Alquran tidaklah semuda apa yang dibayangkan sehingga tidak sedikit ummat mengalami kesulitan dalam mempelajari Alquran, baik cara membacanya, memahami  dan mengajarkan kepada orang lain.
Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah menyadari kesulitan dan sangat prihatin terhadap kondisi ummat Islam yang belum mampu membaca Alquran. Untuk itu Pimpinan pusat Muhammadiyah akan melakukan TOT Tafhim Alquran yang diharapkan mampu mencetak tenaga-tenaga yang mampu melatih guru-guru mengaji. TOT Tafhim Alquran ini akan mengajarkan cara mudah dalam mengajarkan Alquran yang pematerinya langsung dari pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Acara TOT Tafhim Alquran  diselenggarakan atas kerja sama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiya dan Unismuh Makassar ditunjuk sebagai Tempat Pelaksanaan Acara.  Waktu pelaksanaan Acara TOT Tafhim Alquran berlangsung selama 3 hari yaitu mulai tanggal 29 sampai 31 Maret 2013.
Peserta yang akan hadir adalah pengurus Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia minus Sumatera. Setiap Majelis akan mengirimkan peserta sebanyak 2 orang, kecuali Peserta dari Majelis Tabligh PWM sulsel diberi kesempatan mengutus peserta sesuai dengan kebutuhan.  Jumlah Peserta diperkirakan 98  orang. 
Pada acara pembukaan TOT Tafhim ALquran dirangkaikan dengan Lounching 10.000 dai muda sebagai program unggulan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Lounching dijadwalkan akan dilakukan oleh Ketua Majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah.  Program Lounching ini dimaksudkan  untuk mengantisipasi kelangkaan dai di daerah-daerah.  Pimpinan Wilayah muhammadiyah akan memberikan instruksi kepada Perguruan tinggi dan Sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Sulawesi selatan.