Pembukaan kulliyatul muballighin 7 April 2012 di Pusdam PWM, dimulai dengan pembacaan Alquran oleh Immawan Koko Anugrah, dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Majelis Tablgih PWM sulsel, menurut ketua panitia kulliyatun Muballighin akan dilakukan lima angkatan, yang di mulai bulan april ini selama sebulan. Setiap angkatan diikuti oleh 50 orang muballigh dari kota dan kabupaten se-sulsel. Acara dibuka oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulsel Koordinator Majelis Tabligh. Menurut Prof. Dr. Arifuddin, Kulilyatul Muballighin Dimulai 1929 oleh Buya Hamka di Padang Panjang, yaitu Tabligh School, kemudian dihidupkan pada tahun 1995 dilanjutkan di Yogyakarta, kemudian Tahun 2012 di Kota Makassar dihidupkan kembali oleh Majelis Tablgih PWM sulsel. Dalam era sekarang ini kita berada dalam zona Jahiliyah, terutama sistim demokrasi, dimana kebenaran tidak tentukan oleh nilai tetapi ditentukan oleh berapa banyak yang mendukungnya. Hadir sebagai pemateri pertama adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Ki Agen AF Wibisono. Membawakan materi dakwah dan Muhammadiyah di Era Multikultural. Hadiri juga selaku Pimpinan Wilyah Muhammadiyah adalah Drs. KH. Alwi Uddin, M.Ag, Ir. H.Syaifullah Saleh, Msi (calon Walikota Makassar periode 2013-2018), drs. Mawardi Pewangi selaku sekretaris PWM. sulsel.Sabtu, 07 April 2012
Pembukaan Kulliyatul Muballighin Majelis Tabligh PWM sulsel
Pembukaan kulliyatul muballighin 7 April 2012 di Pusdam PWM, dimulai dengan pembacaan Alquran oleh Immawan Koko Anugrah, dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Majelis Tablgih PWM sulsel, menurut ketua panitia kulliyatun Muballighin akan dilakukan lima angkatan, yang di mulai bulan april ini selama sebulan. Setiap angkatan diikuti oleh 50 orang muballigh dari kota dan kabupaten se-sulsel. Acara dibuka oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sulsel Koordinator Majelis Tabligh. Menurut Prof. Dr. Arifuddin, Kulilyatul Muballighin Dimulai 1929 oleh Buya Hamka di Padang Panjang, yaitu Tabligh School, kemudian dihidupkan pada tahun 1995 dilanjutkan di Yogyakarta, kemudian Tahun 2012 di Kota Makassar dihidupkan kembali oleh Majelis Tablgih PWM sulsel. Dalam era sekarang ini kita berada dalam zona Jahiliyah, terutama sistim demokrasi, dimana kebenaran tidak tentukan oleh nilai tetapi ditentukan oleh berapa banyak yang mendukungnya. Hadir sebagai pemateri pertama adalah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Ki Agen AF Wibisono. Membawakan materi dakwah dan Muhammadiyah di Era Multikultural. Hadiri juga selaku Pimpinan Wilyah Muhammadiyah adalah Drs. KH. Alwi Uddin, M.Ag, Ir. H.Syaifullah Saleh, Msi (calon Walikota Makassar periode 2013-2018), drs. Mawardi Pewangi selaku sekretaris PWM. sulsel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar