DIALOG DAKWAH WILAYAH (DIADAWIL
Majelis Tabligh PW.Muhammadiyah Sulsel
I.
Rasional
DR.Haedar Nashir dalam bukunya, Muhammadiyah Abad Kedua mengemukakan bahwa Perjalanan satu abad bagi Muhammadiyah bukanlah perkara mudah.
Dinamika sejarah yang dilaluinya sarat suka dan duka. Sejumlah titik sejarah
yang kritis pernah dilaluinya. Sebutlah ketika memulai risalah dakwah dan
tajdidnya pada masa awalnya, perintisan oleh kyai Haji Ahmad Dahlan dan
kawan-kawan yang sarat tantangan dari kaum tradisional. Ketika menghadapi
kebijakan pemerintah kolonial Belanda soal perzinan dan OrdonansiGuru. Ketika
gesekan dengan Syarikat
Islam, bahkan ada
tuntutan agar Muhammadiyah
menjadi Partai
Politik.
Dalam peralihan Indonesia di era kemerdekaan, Muhammadiyah juga ikut menentukan
pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Muhammadiyah dalam tempoh cukup
lama (1945-1959) ikut terlibat dalam Masyumi (Mejelis Syuro Muslim Indonesia)
yang cukup melelahkan. Muhammadiyah mengalami dinamika yang tidak sederhana
dalam hubungannya dengan pemerintahan Soekarno, yang berakhir dengan tumpangnya rezim Orde Lama tahun 1965. Setelah itu pada masa
awal Orde Baru Muhammadiyah juga mengalami suka dan
duka ketika harus mendukung kelahiran kembali masyumi dan pendirian parmusi,
menghadapi kebijakan politik Orde Baru, dan menyikapi kebijakan asas tunggal
tahun 1985, hingga berada dala fase akhir pemerintahan Seoharto tahun 1998 yang menandai lahirnya
era baru reformasi. Suasana dinamis dilalui Muhammadiyah itu sungguh sarat
pertaruhan, yang tidak jarang menimbulkan pro dan kontra ditubuh Muhammadiyah sendiri (Haedar
Nashir, 2011, 53)
Pemilu 214 adalah momentum memasuki era baru Bangsa Indonesia dan momentum
Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 merupakan era baru Muhammadiyah,
mengingat Muhammadiyah pun akan menempuh
jalan panjang di abad ke-2, tentu memalui dinamika dan lika-liku perjuangan.
Tantangan di abad ke-2 Muhammadiyah adalah posisi politik Muhammadiyah dalam
menentukan langkah mengarahkan bangsa, menentukan nasib perahu bangsa
Indonesia. Di sinilah diperlukan gerakan untuk penguatan Ideologi, Politik dan
Organisasi suntuk penguatan mutu & tata kelola Amal Usaha
Muhammadiyah (AUM) dan mutu tata kelola pengkaderan Organisasi Otonom
Muhammadiyah (ORTOM) sebagai basis Dakwah Muhammadiyah
II. Nama &
Tema Kegiatanan
Nama kegiatan ini adalah Dialog Dakwah Wilayah
(Diadawil), sedangkan tema yang diangkat adalah “Revitalisasi Ideologi, Politik dan Organisasi Abad ke-2 Muhammadiyah”. Tema
ini akan dibahas dalam berbagai topik
setiap bulan selama tahun 2014, yakni seputar Ideologi, Politik dan Organisasi (Ideopolitor)
III. Tujuan
Kegiatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1.
Meluaskan ilmu bagi warga Muhammadiyah
2.
Upaya
Penguatan Ideologi, Politik & Tata Kelola Organisasi
3.
Upaya Pencerahan Pimpinan Amal Usaha
Muhammadiyah
4.
Upaya Penguatan Prinsip & Visi Organisasi
Otonom Muhammadiyah
5.
Upaya Penguatan Mutu & Tata Kelola
Dikdasmen & Ponpes Muhammadiyah
IV. Topik
& Narasumber:
1.
Bulan Januari 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Dialog Politik Jelang Pemilu 2014”
Narasumber: Akademisi
& Praktisi Politik Warga Muhammadiyah
2.
Bulan Februari 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Menalaah Khittah
Perjuangan Muhammadiyah Jelang Pemilu 2014”
Narasumber: Ideolog Muhammadiyah
3.
Bulan Maret 2024:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Pemilu 2014 Ujian
Ketahanan & High Politik Muhammadiyah”
Narasumber: Pengamat Politik & Pemikir Muslim
4.
April 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Pemilu Damai Indonesia Selamat”
Narasumber: Pangdam VII Wirabuana & Kapolda
Sulselbar
5. Mei 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Manajemen Mutu & Tata Kelola Dikdasmen,
Ponpes Muhammadiyah”
Narasumber: Pemerintah & Dikdasmen PP/Wilayah Muhammadiyah.
6.
Juni 2014
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Manajemen Mutu Tata Kelola Rumah Sakit & Klinik Muhammadiyah”
Narasumber: Pemerintah, Majelis Kesehatan PP/Wilayah Muhammadiyah
7.
Juli 2014:
Pencerahan Ramadhan di Masjid & Mushallah milik
maupun binaan Muhammadiyah
Narasumber: Segenap Muballigh Muhammadiyah
8.
Agustus 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Visi Dakwah & Quo
Vadis Perjuangan ORTOM Muhammadiyah”
Narasumber: Pimpinan Ortom Pusat & Wilayah
9.
September 2014:
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Manajemen Mutu Tata & Kelola Universitas Muhammadiyah
(PTM)”
Narasumber: Kepala BAN PT & Rektor
salah satu Universitas Muhammadiyah
10.
Oktober 2014
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Manajemen Mutu Tata & Kelola Sekolah Tinggi/Akademik Muhammadiyah”
Narasumber: Pemerintah & Pimpinan Sekolah Tinggi/Akademik Muhammadiyah
11. November 2014
“Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah; Keluarga Sakinah Basis
Pengkaderan Utama Menuju Masyarakat Utama”
Narasumber: Pemenrintah & Aisyiyah/PWM
Sulsel
12. Desember 2014
Launching & Bedah Buku: “Revitalisasi Ideologi di Abad ke-2 Muhammadiyah”
V.
Peserta & Pelaksana
Peserta terdiri dari unsur:
1.
Muballigh Muhammadiyah
2.
Pimpinan Wilayah & Daerah Muhammadiyah
3.
Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah
4.
Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah
5.
Praktisi Politik Warga Muhammadiyah
Pelaksana kegiatan ini adalah Majelis
Tabligh PWM Sulsel bekerjasama Mitra
Kerja baik internal maupun eksternal Muhammadiyah
VI. Penutup
Demikianlah pernyataan kegiatan
ini sebagai informasi & panduan pihak yang terkait.
Nashrun min Allah wa Fathun
Qariib
Makassar, 22 Januari
2014
Pimpinan Majelis Tabligh
Dahlan Lama
Bawa, S.Ag,M.Ag Ilham Hamid,
S.Ag, M.Pd.I
Ketua Sekretaris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar