
Diskusi Majelis Tabligh PWM Sulsel, tanggal 29/02/2012 di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah bersama Komisioner KOMNAS HAM DR. Syahruddin Daming, SH, MH, dengan tema " Mewaspadai Berhala Modernisme , yang dimaksud adalah idiologi yang dibangun barat yang bersifat propokatif agar ummat sedunia mengikuti paham mereka antara lain, demokrasi, HAM dan Jender. Bagi Barat mereka sangat menganggungkan rasionalisme dan emperisme , mereka mempengaruhi manusia untuk mengikuti doktrin mereka untuk tunduk pada ilmu yang jauh dari nilai-nilai Ketuhanan, wahyu bagi mereka adalah dongeng belaka. Tradisi barat telah menjelma menjadi dalam gaya hidup bangsa Indoensia , terkait makanan, cepat saji, pakaian/mode, sajian infotaiment dan lagu-lagu barat dimedia elektronik , lebih eronis lagi ulama dan umara melakukan pembiaran pemikiran sekuler dan Liberal,. HAM itu absolut dan universal , agamapun tunduk pada HAM. Diskusi ini dihadiri oleh Pimpinan Wilyah Muhammadiyah sulsel, 100-san Muballigh dan unsur angkatan Mudah Muhammadiyah . Diskusi berlangsung setelah shalat magrib, dilanjutkan setelah isya singkat tapi sangat mengesankan. "Dalam Diskusi ini beliau menyampaikan bahanya modernisasi yang diusung oleh barat, terutama kepada kaum muda yang tidak memiliki pemahaman aqidah sehingga banyak terjebab oleh paham modernism yang mengarah kepada Atheime. Dalam hal ini barat telah membangun idiologi yang telah menciptakan berhala modernism, oleh karena itu peradaban barat perlu dilakukan pencegahan secara preventif, Banyak pemikir-pemikir barat yang sangat anti dengan dogma agama, merupakan kelanjutan dari filsafat pendahulunya mereka banyak menyangkal nilai relegius’ misalnya ungkapan yang mengatakan bahwa “ Aku berpikir maka aku ada”. Pendewaan terhadap pemikiran merupakan fakta yang menyerbu kepada semua kalangan dan hal ini tidak disadari oleh para cendekiawaan. Barat dalam hal ini ingin menguasai semua bidang, ia ingin mewarnai yang disebut dengan hegemoni yang dibalut dalam globalisas. Dikalangan perguruan tinggi yang berlabelkan Islampun, banyak acara yang menunjukkan sudah mengadopsi cara berpikir barat misalnya disuatu perguruan tinggi Islam ada suatu acara penyambutan dengan Ungkapan “ selamat dating diarea bebas Tuhan, atau ada yang menulis suatu artikel “ Tuhan Izinkan aku jadi Pelacur. Oleh karena itu selaku kader dalam persyarikatan harus bahu membahu dalam menegakkan dan menjujung tinggi Agama Islam untuk membentengi, diri, keluarga dan ummat dari pengaruh barat yang semakin merasuk ke dalam jiwa bangsa Indonesia terutama terhadap ummat Islam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar