Lounching Diskusi Serial
Acara diskusi serial adalah program Majelis Tablig Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, yang akan berlangsun g selama setahun dan diadakan setiap bulan. Diskusi serial pertama dilaksanakan di Unismuh Makassar bertempat di Hall kedokteran. Acara ini dibuka oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah, Drs M. Alwi uddin, M.Ag. Hadir sebagai pembicara adalah KH. Jamaluddin Amin, Prof. Dr. Arifuddin, M.Ag. (digantikan oleh Drs. M. Alwi Uddin, M.Ag). Peserta yang hadir adalah Muballig Kota Makassar, Gowa dan Takalar. Jumlah Peserta kali ini adalah 120 orang.
Menurut Panitia, Disamping diskusi serial juga akan dilaksanakan kuliah Muballigin yang akan dilaksanakan perangkatan , diamana setiap angkatan akan diisi oleh 50 orang, untuk itu pada kesempatan itu juga diedarkan formulir yang siap mengikuti kuliah Muballigin.
Menurut Ust. Alwi uddin, bahwa tantangan Muhammadiyah semakin banyak, terutama hal-hal yang merusak aqidah, untuk itu Muhammadiyah semakin harus banyak bekerja. Menurut Beliau Tujuan Muhammadiyah sangat ideal yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Indonesia ini adalah agama yang mayoritas Muslim , tetapi sesungguhnya Negara kita adalah Negara musyarik, karena semua agama diakui, bahkan agama syetanpun sekiranya ada agama tetap diakui sementara Malaysia memiliki juga banyak agama tetapi yang diakui hanyala Agama Islam. Muhammadiyah sulsel, diharapkan dapat menjadi barometer pengembangan Muhammadiyah dikawasan Indonesia, sehingga banyak kegiatan Muhammadiyah tingkat pusat . Muballigh Muhammadiyah harus semakin meningkatkan kualitas diri melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah.
KH. Jamaluddin Amin
Beliau mengiritik ketika di panggil Al-mukarramah, beliau mengatakan bahwa semua manusia adalah almukaramah, jadi tidak usa dipanggil seseorang. Musuh Islam tidak akan pernah kalah karena tantangan, karena Islam lahir karena dengan tantangan yang dimulai dari Abu Lahab, gagalnya dakwah karena Muballigh apalagi kalau muballighnya berhenti . Sepanjang masa selalu ada muballigh.
Ada kesepakatan di Muhammadiyah , berdakwah itu mencontoh Rasul Allah Saw :
Rasul menyampaikan dakwah dengan Al-qur’an . Kita di Indonesia ini kita yakin belum tentu semuanya beriman kepada Al-quran. Rasul menyampaikan al-quran setelah al-quran setelah dipahami malah setelah di laksanakan. Rasul Memahami Al-quran dari Allah lewat Jibril. Rasul ketika bersalah di tegur oleh Allah, muballig sekarang ditegur oleh siapa?.
Rasululah diperintahkan oleh Allah menjadikan dakwah sebagi khittah perjuangannya, inilah kebenaran Muhammadiyah. Berdakwah dijalan Allah yaitu berdakwah di atas bukti-bukti , dakwah korterianya adalah illah, di atas ilmu, Al-quran itulah hujjah yang nyata, tidak dengan sandiwara, tidak juga dengan guyong hasilnya guyon-guyonan. Semua pengikut Nabi Harus berdakwah, setiap muballigh harus berjiwa subhanalah, tidak tergolong orang musyarik. Makanpun berbeda . Orang mukmin hanya menyampaikan yang baik, yang jelek disembunyikan. Kebiasaan orang musyarik jangan dilaksanakan. Hujjah Allah itu bermacam-macam, dan cukup.
Dan Sesungguhnya kami Telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran Ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari (Nya). (17 :89)
Nabi dalam berdakwah beragam
Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan (33 :45)
Selalu dibutuhkan da’I yang berbagai macam, manhaj yang bermacam-bermacam untuk menghadapi masyarakat yang beraneka ragam, namun hujjahnya tetap Al-quran dan tetap mencontoh Rasul Saw. Untuk itu kita memerlukan berbagai metode dakwah.
Dunia jadi saksi bahwa Muhammadiyah berhasil membangun Ummat Islam Di Indonesia yang beriman-ikhlas, beribadah-syari’ah, berilmu duniawi dan sehat jasmani.
Menafsirkan Al-quran dengan perbuatan, dan ini yang laksanakan oleh KH. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah harus menggembirakan shalat subuh. Dulu Muhammadiyah menginstruksikan agar semua anggota Muhammadiyah berjamaah shalat subuh. Nabi katakana shalat yang berat bagi orang munafik ada tiga yaitu shalat Ashar, shalat Isya dan Shalat subuh. Digembirakan agar cepat-cepat ke shalat jum’at.
Pertayaan :
- Yusnar :
Ky, diharapkan memberikan bimbingan yang jelas, Muhmmadiyah jangan abu-abu. Pernyataan orang-orang Muhammadiyah harus jelas.
Dalam persoalan aqidah hanya memakai dalil mutawatir, bagaimana dengan hadits ahad!. Paham muhammadiyah hanya dua yaitu qodifikasi dan Tajdid. Bagaimana dengan Maulid? Bagaimana pandangan
- Pak Kahar
Al-quran bukan hanya bukti tetapi juga petunjuk, ummat Islam sangat terpuruk dibandingkan dengan orang barat, Al-quran ditafsirkan ini menyebabkan kesalahan. Pikiran ummat Islam.
- Sarjana Non Agama yang membawakan kajian agama? Bagaimana standar pakaian perempuan?
- Kh. Dahlan Yusuf
Setuju Muballig Muhammadiyah memakai kopiah, benteng bagi kita, dai profesioanl, berdakwah kewajiban bukan pekerjaan. Bagaimana mengembalikan orang Islam kepada Ajaran Islam?
Jawaba Pak KH. Jamaluddin Amin
- Kepribadian Muhammadiyah bekerja sama dengan semua golongan dalam melakukan dakwah, kecuali Syi’ah dalam rangka membangun bangsa Indonesia. Menggunakan hadits mutawatir, ini sudah lama dipermasalahkan!
- Maulid tidak dirayakan tetapi diperingati, diulang sejarahnya, dalam al-quran banyak Peringatan Maulid Nabi
- Kekeliruan bagi ummat Islam karena barat dianggap yang terbaik, padahal barat maju karena meniggalkan agamanya tetapi agama Kristen. Pendekatan Dakwah zikir akbar lebih baik dari pada tidak berzikir.
- Menafsirkan bukan menerangkan dari dirinya, tetapi yang berhak menerangkan hanyalah Allah, menafsirkan Al-quran melihat ayat lain.
- Dalam persoalan ilmu melihat ke atas, dalam persoalan harta melihat ke bawah.
Jangan terpengaruh dengan istri,
MANHAJ DAKWAH ABAD KE-12 MUHAMMADIYAH
KH. Muh. Alwi Uddin
Muhammadiyah bukan organisasi yang makhsum, untuk itu dalam menjalankan organisasi kita harus saling mengeritik” di Kalangan PWM termasuk ketua materiallis, sering dapat upeti, sehingga sulit menyelesaikan persoalan”.
Mengembalikan Muhammadiyah seperti zaman dahulu, seperti pembagian zakat fitri, khitaman massal, bencana , sekarang ini Muhammadiyah jarang terlihat di tempat-tempat musibah, begitu banyak lahan yang sekarang diambil oleh orang lain, Anggaran habis untuk pertemuan, sangat kurang untuk aplikasi di masyarakat!. Masyarakat di sekularisasi, contoh jika FPBI yang melakukan pengrusakan diekspos besar-besaran, tetapi jika massa atau kelompok lain yang merusak tidak di gubris tetapi yang berlebel Islam digeneralisir, ada upaya sistimatika untuk menyedutkan Islam.Tahun kristiani menjadi ramai sementara tahun baru Islam tidak disambut. Sehingga pergantian tahun masehi menjadi mayoritas. Karena standar kita bergeser tidak lagi menjadikan Islam sebagai sumber. Banyak contoh misalnya dalam memberi salam, ditambah salam sejahtera.
MANHAJ DAKWAH ABAD KE-2 MUHAMMADIYAH
Keynote Speaker oleh: KH.Muh.Alwi Uddin
(Ketua PW.Muhammadiyah Sulsel)
Iftitah........
Jalan Dakwah (Manhaj Dakwah) Persyarikatan Muhammadiyah sudah dilalui dengan pendekatan iman dan amal shaleh, serta pendekatan sosial, ekonomi dan pendidikan. Sungguh sebuah jalan dakwah yang tidak mudah dilalui, namun al-hamdulillah dengan segenap komponan dan energi yang dimiliki, Dakwah Muhammadiyah bertahan satu abad.
Kini, memasuki abad ke-2 Muhammadiyah, watak obyek dakwah (masyarakat Islam) sudah mulai berubah seiring perubahan dan kemajuan peradaban umat manusia itu sendiri, menyusul perubahan pola pikir dan pola sikap dalam setiap dimensi kehidupan, baik ideologi, politik, sosial, ekonomi, seni budaya, Iptek, jender, HAM hingga dimensi pertahanan & keamanan.
Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah amar makruf nahy mungkar tentu tidak merintis jalan dakwah baru, namun dituntut untuk melakukan inovasi dan variasi yang mampu mengelaborasi / mentadabburi dimensi serta sisi-sisi kehidupan umat agar dakwah Muhammadiyah tetap eksis dan up todate.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembinaan berkelanjutan bagi para Muballigh Muhammadiyah baik secara idiologis mapun metodolgis dalam bentuk Pengajian Bulanan / Diskusi Serial.
Menyadari betapa monumentalnya perjalanan sejarah satu abad Muhammadiyah, maka pada abad ke-2 Muhammadiyah ini, diperlukan semacam rumusan yang monumental pula misalnya rumusan tentang Manhaj Dakwah Muhammadiyah yang merupakan rangkuman dari ide dan gagasan yang tercurah dalam Diskusi Serial ini yakni setiap bulan selama tahun 2012.
Tema Diskusi Serial: “Manhaj Dakwah Muhammadiyah; Berkhidmad Pada Syari’at’, adalah sesuatu yang sangat relevan dengan watak Muhammadiyah, yakni tajdid dalam pemikiran dan gerakannya. Tema ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah sungguh-sungguh merespon permasalahan kontemporer yang sering dan senantiasa terjadi di negeri ini.
Persyarikatan Muhammadiyah yang merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dan tidak pernah alpa dalam pembangunan bangsa, terus menerus melakukan kajian dan perbaikan baik secara kultural maupun organisasional.
Para Muballigh Muhammadiyah adalah komunitas intelektual yang senantiasa melakukan pencerahan terhadap umat sehingga dirinya sebagai Subyek Dakwah otomatis memerlukan ‘asupan gizi berupa materi-materi dakwah kontemporer.
Secara khusus Diskusi Ini dimaksudkan untuk:
1. Sebagai wadah untuk membina para Muballigh Muhammadiyah agar tetap loyal dan militan terhadap perjuangan dakwah Islam dan amar makruf nahy mungkar
2. Sebagai forum asupan “gizi” atau materi dakwah bagi para Muballigh Muhammadiyah agar materi dakwah yang disampaikan tetap up todate baik secara substantif maupun metodologis-teknis.
3. Sebagai forum untuk membangun suasana dan atmosfir akademik bagi Civitas Akademik Universitas Muhammadiyah Makassar
4. Sebagai bentuk perhatian dan partisipasi Persyarikatan Muhammadiyah dalam mengelaborasi dan mencari solusi terhadap masalah-masalah keummatan dan kebangsaan yang dewasa ini sangat menggelisahkan
5. Sebagai ajang silaturrahim para Muballigh Muhammadiyah sekaligus forum curah-gagas pendapat untuk merumuskan Manhaj Dakwah Abad Ke-2 Muhammadiyah.
Mengingat betapa penting dan strategisnya tujuan dari kegiatan ini, serta komitmen PTM Maju Bersama Persyarikatan, maka kegiatan ini dilaksanakan oleh Majelis Tablig Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Majelis Tabligh PDM Kota Makassar, bekerjasama Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar